SEMARANG, ABBAtour.com – Komitmen PT. Abu Bakar Berkah (ABBA Tour) untuk terus menghadirkan perjalanan ibadah yang bermakna dan sarat nilai keilmuan kian dipertegas. Melalui pertemuan strategis secara virtual pada Rabu (14/10/2026), ABBA Tour menggelar rapat koordinasi bersama perwakilan lembaga riset internasional bergengsi, Imam Bukhari International Scientific Research Center (Uzbekistan), platform edukasi Sahaia, serta mitra travel haji dan umrah Mudah Ke Baitullah (MKB).

Pertemuan penting ini dihadiri langsung oleh Direktur ABBA Tour, Jumadi Sastradihardja, didampingi tim teknis dan pengembangan program, Nuril Fathoni Hamas dan Diona. Turut hadir Bunda Rofi (perwakilan Imam Bukhari International Scientific Research Center), Ust. Anto (Mudah Ke Baitullah / PT Grand Hassania Indonesia), serta Sandy Sulaiman (Inisiator platform Sahaia).
Fokus utama rapat ini adalah mematangkan program terobosan bertajuk "Umrah As-Suffah" dan "One Day with Imam Bukhari" (Manasik Hadis)—sebuah konsep ziarah peradaban dan umrah yang menghubungkan napak tilas sejarah emas Islam di Asia Tengah menuju Tanah Suci Makkah dan Madinah.
Transformasi Wisata Halal: Dari Sekadar Ziarah Menuju Penguatan Literasi & Sanad
Dalam paparannya, Bunda Rofi mengungkapkan bahwa program Umrah As-Suffah dirancang di atas empat pilar utama: spiritualitas, pendalaman akademik/keilmuan, diplomasi peradaban, dan pengamalan hadis dalam kehidupan sehari-hari. Program ini secara resmi didukung oleh institusi keilmuan dan pemerintahan di Uzbekistan, berada langsung di bawah payung Diplomatic Service Kementerian Luar Negeri Uzbekistan melalui konsorsium operator resmi setempat (UZ-Turist dan Ziarah Tourism Agencies/ZTA).

Para jemaah nantinya tidak hanya diajak mengagumi keindahan arsitektur kota-kota bersejarah seperti Tashkent, Samarkand, dan Bukhara, melainkan melalui 7 Stasiun Pembelajaran (7 Posts). Rangkaian ini dimulai dari Spiritual Time Travel di Center of Islamic Civilization Tashkent, kelas eksklusif metodologi penulisan hadis Sahih Bukhari, penelusuran sanad dan hadis tematik, hingga kesempatan langka melaksanakan ziarah malam dan penerimaan ijazah sanad di kompleks Makam Imam Bukhari.
"Uzbekistan bukan sekadar destinasi wisata transit. Di sinilah rahim lahirnya mahakarya literatur Islam dan ulama-ulama besar dunia. Kami ingin menghadirkan kembali tradisi rihlah ilmiah para ulama terdahulu agar jemaah pulang membawa warisan ilmu dan sanad yang nyata bagi keluarganya," ungkap perwakilan Imam Bukhari Center.
Pengalaman Jamaah ABBA Tour & Komitmen Terhadap Kenyamanan Fisik
Direktur ABBA Tour, Jumadi Sastradihardja, menyambut hangat inisiatif besar ini. Pengalaman membawa rombongan tokoh dan ulama ke Uzbekistan sebelumnya membuktikan betapa tingginya antusiasme masyarakat Indonesia terhadap khazanah keilmuan Imam Bukhari.

Namun, Jumadi juga menekankan pentingnya manajemen perjalanan (itinerary) yang terukur dan berorientasi pada kenyamanan jemaah. Belajar dari dinamika medan di Asia Tengah, pertemuan ini menyepakati penggunaan moda transportasi yang lebih efisien dan ramah fisik—seperti penerbangan domestik atau kereta tidur nyaman (sleeper train) antar-kota—guna menggantikan jalur darat bus yang panjang dan melelahkan.
Selain itu, ABBA Tour juga menjajaki paket khusus Ziarah Peradaban Uzbekistan (Non-Umrah) berdurasi 8–9 hari mencakup Tashkent, Samarkand, Bukhara, hingga Termez (makam Imam At-Tirmidzi) bagi kalangan akademisi kampus dan santri pondok pesantren.
Sentuhan Teknologi: Didampingi AI Companion Bersama Sahaia

Daya tarik unik lainnya dalam kolaborasi ini adalah integrasi teknologi pendamping digital yang diperkenalkan oleh Sandy Sulaiman dari platform Sahaia. Melalui sistem cerdas berbasis Web dan WhatsApp (AI Companion), para calon jemaah ABBA Tour akan mendapatkan pendampingan terstruktur:
-
Pra-Keberangkatan: Kelas orientasi daring dan literasi hadis berkala.
-
Selama Perjalanan: Panduan interaktif mengenai kisah para ulama, panduan doa, hingga catatan refleksi (journaling) di setiap stasiun ziarah.
-
Pasca-Kepulangan: Wadah silaturahmi alumni untuk terus mengamalkan nilai-nilai hadis di Tanah Air.
Langkah Strategis Menuju Grand Launching
Sebagai tindak lanjut konkret, para pihak sepakat untuk membentuk konsorsium bersama antar-travel mitra guna memastikan kuota kursi dan pelayanan jemaah berjalan optimal. Dalam waktu dekat, akan digelar perhelatan The Grand Webinar & Launching Program berskala internasional yang menghadirkan langsung para pimpinan institusi dari Uzbekistan, termasuk Direktur Imam Bukhari International Scientific Research Center, perwakilan Hadith School, serta Kedutaan Besar Republik Indonesia.
Melalui langkah ini, ABBA Tour kembali menegaskan perannya bukan sekadar sebagai penyedia biro perjalanan haji dan umrah, melainkan sebagai jembatan ilmu dan peradaban yang berkomitmen mengantarkan para tamu Allah menuju kemabruran yang paripurna.
Untuk informasi lebih lanjut mengenai program kemitraan dan jadwal keberangkatan, nantikan pembaruan resmi hanya di portal berita www.abbatour.com dan media sosial resmi ABBA Tour.